Pendidikan untuk apa?
![]()
Education’s purpose is to replace an empty mind with an open one.
- Malcolm Forbes
Pendidikan sekarang mahal…pendidikan hanya untuk orang “the have” saja. Pendidikan makin eksklusif. Pendidikan cuma untuk nyari titel dan selembar kertas. Pendidikan membuat orang jadi sombong, sok tahu, pinter ngakalin orang lain. Berapa banyak profesor di Indonesia, sekolah mereka tinggi2, sampe ke negeri2 seberang. Terus ilmunya untuk apa? Biasanya yang dipakai title dan selembar kertas doang, ilmunya mah ndak tahu dikemanakan. Dengan titel dan selembar kertas, maka pangkat akan naik, gaji naik, tunjangan naik, tumpangan juga naik.
Jaman sertifikasi sedang “in”. Kualitas pengajar sedang ditingkatkan, katanya. Pada kenyataannya, orang cuman peduli dengan selembar kertas dan beberapa huruf titel. Ilmu sudah tidak diperdulikan lagi. Orang orang berilmu dan idealis yang tidak punya selembar kertas dan beberapa huruf titel semakin terpinggirkan. Orang cuman peduli ame kulit dan omongan2 kosong, sudah tidak perduli pada isi.
Apa sih orang yang bisa sukses di Indonesia? Orang yang bisa omong kosong, ndak ada kerjanya, pinter menjilat dan pinter menjatuhkan yang lain. Mereka naik dengan menginjak kepala orang lain, bukan karena kemampuan diri yang mumpuni.
Tentu saja orang2 akan skeptis terhadap pendidikan. Ada dual hal. Pertama punya pendidikan tetapi ilmunya ndak kepakai, yang kedua pendidikan cuman untuk gengsi2an. Banyak lulusan teknik yang masuk ke ekonomi, hukum masuk teknik, pokoknya tidak karuan. Ahli2 dan spesialis makin terpinggirkan, yang maju biasanya generalis yang politikus. Pendidikan jadi tidak merata juga. Ada yang dapet sampai berlebihan dan mubazir, ada yang ndak dapet samasekali.
Kadang orang dinilai dan dihargai cuman dari selembar kertas, bukan dari skill, pengalaman atao track record. Diperparah dengan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme, lengakap sudah hancurnya pendidikan dinegeri ini. Tidak perlu pinter untuk bisa masuk lembaga pendidikan terkemuka, yang penting punya duit. Goblok juga tidak apa2 yang penting sumbangan duit kamu besar.
Lihat aja nanti kualitas para terdidik di Indonesia akan letoy, cuman duit kembali ke duit. Yang penting dapet duit. Pengembangan ilmu dan pengetahuan nomer sekian. Kita cuman bisa jadi follower. Ikut ikutan.
Menarik apa kata Forbes, pendidikan itu untuk membuka pikiran kita, terbuka terhadap perubahan baru, terbuka untuk menjadikan ilmu dan pengetahuan lebi bermanfaat secara optimal, terbuka terhadap pandangan yang lain.



