Wakil Rakyat - Dewan Perwakilan Rakyat : Ngapain kerjanya?
Jika kita amati, banyak dan sering sekali terjadi berbagai unjuk rasa mewarnai kehidupan bangsa kita. Berbagai kalangan dan lapisan masyarakat berunjuk rasa, meneriakan keinginan2 mereka, keluhan keluhan mereka dan bahkan kadang diikuti dengan bentrok yang bersifat anarkis. Padahal sebenarnya kita (rakyat) kan punya wakil yang duduk di DPR, yang untuk memilihnya penuh dengan tetes keringat dan bahkan tetes darah, airmata dan menghabiskan trilyunan rupiah. Sekarang masalahanya dimana? Apakah rakyatnya yang “overacting”, apakah ada tunggang menunggang kepentingan? apakah wakil rakyat sudah tak berfungsi dan berguna lagi? apakah wakil rakyat cuman tidur dan makan gaji buta? Apakah wakil rakyat cuman meneriakan kepentingan partai atao golongan? apakah sudah terjadi gap komunikasi antara rakyat dan para wakilnya?
Wakil rakyat kan dibayar mahal dan banyak sekali fasilitas yang diberikan, memakai uang rakyat, dengan tujuan agar memperjuangkan kesejahteraan dan kemaslahatan rakyat, agar semua rakyat senang. Tapi apa kenyataannya? Wakil rakyat tidak jelas kerjaannya! Tidak jelas job deskripsi-nya! Lalu bagaimana tentang accountabilitas-nya? Apakah kerjanya cuman dateng, duduk, dengkur, dapet mobil dan gaji? Jahat sekali mereka, kalo begitu mereka makan uang haram! Kalo sering kita amati para wakil rakyat cuman ribut masalah partai mereka sendiri, cuman meributkan partai2 sendiri, boro2 mikirin kesejahteraan rakyat. Yang lebih jahat malah mengkhianati rakyat dengan menerima suap dengan mengorbankan kepentingan rakyat banyak. Itulah sejahat jahatnya manusia. Semoga yang berlaku seperti itu, akan menerima balasan yang setimpal beserta semua anak keturunannya.
Kadang kita sering lihat juga terjadi kekerasan dalam sidang2 mereka. Apakah karena saking hebatnya membela rakyat atau cuman karena kepentingan mereka terancam?
Fair saja, apa sih sumbangsih DPR yang notabene wakil rakyat bagi kemaslahatan rakyat? Apakah kerja nyata mereka, dibandingkan dengan segala macam gaji dan fasilitas?
Baru diangkat sudah meributkan gaji, fasilitas dan pensiun mereka (DPR), apa tidak edan! Sedangkan job deskripsi dan tanggung jawab mereka saja tidak jelas! Tidak ada target yang terukur/measurable, tidak jelas punishment-nya. Yang sudah jelas cuman reward-nya saja.
Apakah mereka sudah kehilangan hati dan nurani dan rasa takut pada Yang Maha Kuasa?



