Tolonglah Aku!
For : ukhti muslimah - Tolonglah Aku!
For : ukhti muslimah - Tolonglah Aku!
Putriku tercinta! Aku seorang yang telah berusia hampir lima puluh tahun. Hilang sudah masa remaja, impian dan khayalan. Aku telah mengunjungi banyak negeri, dan berjumpa dengan banyak orang.
Aku juga telah merasakan pahit getirnya dunia. Oleh karena itu dengarkanlah nasehat-nasehatku yang benar lagi jelas, berdasarkan pengalaman-pengalamanku, yang belum pernah engkau dengar dari orang lain sebelumnya.
Kami telah menulis dan mengajak kepada perbaikan moral, menghapus kejahatan dan mengekang hawa nafsu, sampai pena tumpul, dan mulut letih, tetapi kami tidak menghasilkan apa-apa. Kemungkaran tidak dapat kami berantas, bahkan semakin bertambah, kerusakan telah mewabah, para wanita keluar dengan pakaian merangsang, terbuka bagian lengan, betis dan lehernya.
Kami belum menemukan cara untuk memperbaiki, kami belum tahu jalannya. Sesungguhnya jalan kebaikan itu ada di depanmu, putriku! Kuncinya berada di tanganmu.
Selengkapnya : Wahai Puteriku…(O..My Daugter…)
Dengan nama Alloh Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Ketahuilah, rahimakalloh, bahwa wajib bagi kita untuk mempelajari empat masalah, yaitu:
Ilmu, ialah mengenal Alloh, mengenal Nabi-Nya dan mengenal Dinul Islam berdasarkan dalil-dalil.
Amal, ialah menerapkan ilmu ini.
Da’wah, ialah mengajak orang lain kepada ilmu ini.
Sabar, ialah tabah dan tangguh menghadapi segala rintangan dalam menuntut ilmu, mengamalkannya dan berda’wah kepadanya.
Dalilnya adalah firman Alloh Ta’ala :
“Demi masa. Sesungguhnya setiap manusia benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman, melakukan segala amal sholeh dan saling nasihat-menasihati untuk (menegakkan) yang haq serta nasihat-menasihati untuk (berlaku) sabar.” {Surat Al-’Ashr (103) : 1-3}
See detail : Tiga Landasan Utama Islam
MUQADDIMAH.
Usul Isyrin yang ditulis oleh Ustaz Hasan Al-Bana ini adalah dianggap di antara tulisannya yang penting, kerana Usul Isyrin ini mengandungi beberapa perkara yang wajib dipercayai dan diketahui oleh tiap-tiap orang Muslim dan wajib diikuti dalam tindak-tanduknya; hubungannya dengan khaliqnya dan hubungannya sesama manusia. Jadi kita kumpulkan beberapa huraian ringkas oleh As-Syahid Hasan Al-Banna yang dapat difahami seperti mana yang diterangkan oleh Al-Mursyid itu sendiri. Dalam Usul Isyrin ini, ia menerangkan perkara-perkara yang tidak sepatutnya berlaku perselisihan pendapat (pertikaian), terutama dalam hal-hal yang berkenaan aqidah. Ia mesti difahami sebagaimana yang terdapat di dalam Al-Quran dan Sunnah An-Nabawiyah. Semoga dengan penerangan ini setiap orang Muslim yang mengikuti syarahan ini akan memahami Islam sebagaimana ianya patut difahami tanpa menokok tambah ataupun mengurangkan sedikit pun dari apa yang telah diturunkan oleh Allah dan disampaikan oleh RasulNya s.a.w.
Demikian juga dalam Usul Isyrin ini Hassan Al-Banna, Al-Mursyid Rahimahullah, menerangkan bahawa di dalam Islam ini terdapat hal-hal yang dibenarkan berbeza pendapat di samping perkara-perkara yang tidak boleh berbeza pendapat tadi. Semoga dengan ini setiap orang Muslim itu mengetahui di mana tempat-tempat yang ia boleh berbeza dan tidak merasa ganjil bila berhadapan dengan perbezaan pendapat seperti itu. Al-Mursyidul Am dalam penyusunan kitab-kitabnya adalah benar dan menepati sebagaimana yang telah diajarkan oleh Rasulullah s.a.w. Walaupun demikian kita mesti ingat bahawa tidak ada orang yang maksum melainkan Rasul-rasulnya (a.s.).
Selengkapnya : As-Syahid Hasan Al-Bana - Usul 20
Sabda Rasullah s.a.w:
“Setiap kamu adalah pemimpin. Dan setiap pemimpin bertanggungjawab tentang kepemimpinannya. Imam itu pemimpin, bertanggungjawab tentang kepemimpinannya. Laki-laki itu pemimpin dalam keluarganya, bertanggung jawab tentang kepemimpinannya. Wanita itu pemimpin dalam rumah tangganya, dan bertanggung jawab tentang kepemimpinannya. Khadam itu pemimpin bagi harta majikannya, bertanggung jawab tentang kepemimpinannya.” (Bukhari dan Muslim)
See detail : Membentuk Kepribadian Cemerlang : Panduan untuk Ibu & Bapak
Sebelum lanjut ke - kenapa banyak aliran “sesat”? - lebih baik kata2 “sesat” jangan dipakai, karena keliatannya sangat kejam kata2 “sesat” dan seakan2 yang memberi label “sesat” udah yang paling hebat dan pasti masuk surga. Mending pakai kata lairan yang “agak lain”.
Juga dengan banyaknya aliran dan ormas, saling menyesatkan satu sama lain menjadi hal yang biasa dilakukan. Biasanya orang2 yang kritis dan banyak tanya bisa dianggap sesat juga. Okelah.
Menurut saya sebabnya :
1. karena aliran2 yang ada sekarang belom bisa memberikan atau membuktikan bisa menjdi solusi yang menyeluruh dan juga solusi bagi semua orang. Sehingga ada yang kecewa sehingga mereka mencoba2, trial & error, siapa tahu bisa memberikan solusi.
2. karena orang2 tidak sabar dengan kondisi atau solusi yang diberikan aliran2 yang ada. Ajaran tanpa implementasi atau action itu omong kosong. Jadi kalo masih dalam taraf dibaca, diajarkan, dimuktamarkan, didiskusikan, ya tidak akan memerikan efek apa2 sampai ajaran tersebut diimplementasikan dan diterpakan dalam kehidupan.
Jadi untuk mendapatkan manfaat dari ajaran, tidak ujud2, tapi perlu kesabaran, konsistensi (istiqomah), terus menerus sehingga manfaatnya bisa dirasakan. Dan juga bisa menjadi bagian solusi sehari hari.
Kualitas seseorang bukan ditentuakn oleh banyaknya ajaran atau ilmu yang dipunyai, tetapi oleh banyaknya ajaran atau ilmu yang berhasil diimplementasikan.
Sampun…
Inilah bentuk carut marutnya per-ormasan Islam di Indonesia

Gara-Gara Mushola, Warga NU-Muhammadiyah Nyaris Bentrok
BANYUWANGI – Warga Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah di Dusun Pekiwen, Desa Kaligung, Kec Rogojampi, Banyuwangi nyaris terlibat bentrok, kejadian ini dipicu mushalla yang dibangun Muhammadiyah.
Berdasarkan informasi, warga NU gerah dengan adanya sebuah mushola yang dibangun pengurus Muhammadiyah. Pasalnya, mushola Assalam itu kini digunakan untuk sholat Jum’at sementara hanya sekitar 50 meter di timur mushola sudah ada masjid Baitur Rohim yang berukuran besar.
Sehingga warga menilai aktivitas sholat Jum’at di mushola itu mengganggu. Bagi warga yang sebagian besar massa NU, sholat Jum’at cukup di masjid setempat.
Warga yang biasanya sholat Jum’at di mushola itu, Jumat (26/10/2007) siang tadi dihadang dan dicegat massa yang memblokade jalan masuk ke mushola Assalam. Warga dihimbau menunaikan sholat Jum’at di masjid Baitur Rahim.
Sebelum, permasalahan ini sempat dibahas Majelis Ulama Indonesia (MUI), PCNU dan PD Muhammadiyah serta Departemen Agama (Depag) Kab Banyuwangi.
Sejumlah tokoh diantaranya Sekretaris MUI Nur Khozin, Ketua PCNU Masykur Ali, pengurus PD Muhammadiyah Suhadak dan Kepala Depag M. Rayfi sempat melakukan pertemuan di sebuah masjid di Kec Rogojampi, untuk mencari solusi.
Hasil pertemuan menyimpulkan untuk sementara aktivitas mushola dihentikan.
Setelah itu rombongan pihak-pihak terkait ini menuju ke lokasi untuk menjelaskan hasil pertemuan. “Perbedaan jangan sampai jadi perpecahan. Kami akan menghentikan aktivitas Jum’atan sampai batas waktu tertentu. Suatu saat Muhammadiyah bisa saja membangun masjid yang berjarak jauh sesuai pendapat anda,” ujar Suhadak.
Pernyataan Suhadak ini mengundang protes massa. Sempat terjadi adu mulut namun bisa dilerai. Bahkan massa sempat mengancam mushola akan dihancurkan dan dibakar jika tetap digunakan. Sekitar pukul 11.30 WIB menjelang sholat Jum’at, massa akhirnya membubarkan diri. (ishomuddin/sindo/uky)
NU-Muhammadiyah Bentrok
Beda Lebaran Ikut Picu Konflik di Banyuwangi
BANYUWANGI – Selain masalah mushalla, keributan nyaris bentrok antara warga Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah di Banyuwangi juga dipicu perbedaan Lebaran beberapa waktu lalu.
“Sejak penetapan awal 1 Syawal lalu benih konflik sudah ada,” ujar tokoh masyarakat Dusun Pakiwen, Purnadi Ahmad Hanawi kepada wartawan di Dusun Pekiwen, Desa Kaligung, Kec Rogojampi, Banyuwangi, Jumat (26/10/2007).
Menurut Purnadi, warga NU gerah atas sikap warga Muhammadiyah yang menyuarakan takbir menjelang 1 Syawal padahal warga NU saat itu masih berpuasa.
Pada saat merayakan 1 Syawal 1428 H yang jatuh 12 Oktober 2007 lalu, warga Muhammadiyah mengadakan salat Jum’at bersama untuk yang pertama kalinya di mushola itu.
“Kita hanya mempersoalkan penggunaan untuk sholat Jumat-nya. Warga Muhammadiyah disini hanya sekitar 15 orang. Saat Jumatan waktu lebaran, warga Muhammadiyah dari desa lain diundang,” kata Purnadi.
Perayaan lebaran yang diisi dengan makan bersama saat itu juga mengusik massa NU yang masih berpuasa. Bahkan menurut warga, masyarakat yang salat di mushola tersebut diiming-imingi dengan pemberian sembako gratis.
“Berdasarkan hasil pertemuan, pihak PD Muhammadiyah bersedia menghentikan aktivitas peribadatan di mushola. MUI menghimbau warga tetap menjalin Ukhuwah Islamiyah. Jangan sampai perbedaan prinsip jadi permusuhan,” kata Nur Khozin.
Hal senada juga dikatakan Masykur dan Rayfi. Puluhan aparat polres kemarin diterjunkan untuk mengamankan kemungkinan konflik massa. Hingga malam ini, aparat masih berjaga-jaga di sekitar mushola untuk mengantisipasi kemungkinan aksi massa yang nekat menghancurkan mushola. (ishomuddin/sindo/uky)
Source : okezone.com